Udara dingin khas Dieng masih terasa menusuk ketika kami akhirnya tiba di Puncak Bukit Sikunir. Dengan jaket tebal, kupluk, dan senyum yang tak bisa disembunyikan, rasa lelah selama pendakian perlahan terbayar begitu melihat pemandangan di sekitar.
Bukit Sikunir selalu punya cara sederhana untuk membuat siapa pun betah. Hamparan hijau perbukitan, jalur setapak yang ramai oleh para pendaki, serta suasana pagi yang penuh antusiasme menciptakan pengalaman yang hangat meski suhu begitu dingin. Di sini, semua orang seolah datang dengan tujuan yang sama: menikmati momen, bukan sekadar mengejar puncak.
Berfoto bersama di atas bukit menjadi momen kecil yang berarti. Bukan soal latar yang indah semata, tapi kebersamaan yang tercipta sejak langkah pertama pendakian hingga tiba di puncak. Tawa, obrolan ringan, dan secangkir minuman hangat membuat pagi di Sikunir terasa lebih dekat dan berkesan.
Bukit Sikunir bukan hanya tentang golden sunrise, tetapi tentang pengalaman sederhana yang membuat perjalanan ke Dieng selalu layak untuk dikenang.

