Cerita di Atas Perahu Bambu: Menjelajah Telaga Menjer yang Menenangkan

Saya masih ingat betul momen ketika pertama kali menginjakkan kaki di Telaga Menjer, telaga alam terbesar di Wonosobo. Udara pegunungan yang sejuk langsung menyambut, berpadu dengan hamparan air telaga yang tenang dan dikelilingi tebing batu serta hutan pinus yang menjulang. Suasananya benar-benar memberi rasa damai sejak pandangan pertama.

Saat itu saya menaiki rakit wisata bersama rombongan. Perlahan rakit bergerak di atas air kehijauan yang memantulkan tebing batu di sekeliling telaga. Angin sepoi-sepoi dan suara air yang beriak halus membuat perjalanan terasa santai, jauh dari hiruk-pikuk kota. Dari atas rakit, saya bisa melihat betapa megahnya dinding batu alam yang menjadi ciri khas Telaga Menjer—terasa seperti sedang berada di sebuah danau tersembunyi di dataran tinggi.

Yang paling berkesan adalah kebersamaan selama perjalanan. Tawa, obrolan ringan, dan sesekali berhenti untuk berfoto membuat pengalaman ini terasa hangat dan akrab. Beberapa pengunjung bahkan mencoba memancing atau sekadar duduk menikmati pemandangan, membiarkan waktu berjalan lebih lambat dari biasanya.

Bagi saya, Telaga Menjer bukan sekadar destinasi wisata air. Tempat ini menawarkan ketenangan, keindahan alam yang autentik, serta pengalaman sederhana namun berkesan. Berkunjung ke sini membuat saya semakin yakin bahwa Wonosobo menyimpan banyak ruang untuk menikmati alam dengan cara yang santun dan penuh rasa syukur. Telaga Menjer adalah salah satunya—tenang, luas, dan selalu meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang datang.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *