Pagi itu udara terasa begitu segar. Kabut tipis masih menggantung di antara hamparan hijau yang seolah tak berujung. Kami berdiri di tengah Perkebunan Teh Panama, mengenakan caping khas pemetik teh, sambil tersenyum lebar—siap mengabadikan momen yang mungkin tak akan kami temui setiap hari.
Bukan sekadar berfoto, tapi merasakan langsung suasana menjadi pemetik teh.
Dengan tangan kami memegang pucuk-pucuk daun teh muda, kami saling tertawa, bercanda, dan menikmati pengalaman sederhana yang justru terasa begitu berharga. Hamparan kebun teh yang rapi, berundak mengikuti kontur perbukitan, menjadi latar alami yang luar biasa indah. Hijau yang menenangkan mata, sejuk yang menenangkan pikiran.
Caping di kepala membuat kami sejenak lupa rutinitas. Tidak ada hiruk pikuk kota, tidak ada bunyi klakson—yang ada hanya angin, aroma daun teh segar, dan tawa kebersamaan. 📸🍃
Berfoto ala pemetik teh di Perkebunan Teh Panama bukan hanya soal hasil gambar yang estetik, tapi juga cerita di balik setiap jepretan. Cerita tentang kebersamaan, tentang kembali ke alam, dan tentang menikmati perjalanan dengan cara yang lebih pelan.
Tak heran jika spot ini menjadi favorit wisatawan. Selain instagramable, tempat ini juga memberi pengalaman yang autentik. Kami belajar bahwa secangkir teh hangat yang sering kita nikmati, berawal dari daun-daun kecil yang dipetik dengan penuh ketelatenan.
Saat foto terakhir diambil, kami saling berpandangan—tersenyum puas. Perjalanan ini bukan hanya meninggalkan foto indah di galeri, tapi juga kenangan hangat yang akan selalu kami ingat.
Jika kamu mencari pengalaman wisata yang berbeda, dekat dengan alam, dan penuh cerita, Perkebunan Teh Panama adalah jawabannya. Datanglah, rasakan sendiri keseruannya, dan biarkan alam yang bercerita.

