Trekking di Dieng: Kenangan Lama yang Tak Pernah Usang

Foto ini memang sudah lama diambil, tapi setiap kali melihatnya, ingatan tentang trekking di dataran tinggi Dieng kembali terasa nyata. Saat itu, perjalanan kami terasa sederhana—tanpa banyak perlengkapan modern, tanpa target konten—hanya berjalan, menikmati alam, dan kebersamaan.

Kami menyusuri jalur trekking yang melewati perkebunan kentang milik warga. Tanahnya subur, hijaunya menenangkan mata, dan udara Dieng yang dingin membuat langkah terasa lebih ringan meski jalurnya menanjak. Tawa kecil dan obrolan santai menemani perjalanan, seolah waktu berjalan lebih lambat.

Desa-desa yang kami lewati pun masih terasa alami. Warga menyapa ramah, anak-anak berlarian di pinggir jalan, dan kehidupan berjalan apa adanya. Tidak ada keramaian, tidak ada hiruk pikuk—hanya Dieng yang jujur dengan kesehariannya.

Kini, mungkin banyak yang sudah berubah. Jalur semakin dikenal, desa semakin berkembang, dan teknologi semakin dekat. Namun kenangan trekking di Dieng pada masa itu tetap terasa istimewa. Foto lawas ini bukan sekadar gambar, melainkan potongan perjalanan yang mengingatkan bahwa pengalaman terbaik sering lahir dari kesederhanaan.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *